PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp110,4 miliar. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang baru saja dilaksanakan.
Dividen tunai ini direncanakan untuk periode tahun buku 2025, sesuai dengan hasil RUPS yang berlangsung pada 8 Juni 2026. Setiap pemegang saham OMED akan menerima dividen sebesar Rp4,08 per saham, dengan total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp110.400.108.000. Pembagian dividen ini didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang solid sepanjang tahun 2025, di mana OMED mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp366,95 miliar.
Dari total laba bersih tersebut, sekitar 30 persen dialokasikan untuk dividen, sementara sisanya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis di masa depan. OMED juga memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,73 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp2,75 triliun pada akhir 2025.
Tanggal cum dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 17 Juni 2026, sedangkan ex dividen akan berlangsung pada 18 Juni 2026. Pemegang saham yang berhak menerima dividen akan dicatat pada 19 Juni 2026 pukul 16.15 WIB, dan pembayaran dividen dijadwalkan pada 9 Juli 2026. Menyusul pengumuman ini, saham OMED mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen menjadi Rp197 per saham di Bursa Efek Indonesia.
OMED memulai tahun 2026 dengan pertumbuhan kinerja yang kuat, mencatatkan pendapatan sebesar Rp572,25 miliar pada kuartal I, meningkat 31,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga tumbuh 35,19 persen menjadi Rp98,37 miliar, menunjukkan perbaikan profitabilitas di tengah ekspansi bisnis. Margin laba bersih meningkat menjadi 17,19 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Saat ini, OMED memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp5,33 triliun dengan rasio price to earnings (P/E) sebesar 13,56 kali, dan dividend yield tercatat sekitar 1,81 persen. Meskipun harga saham OMED masih di bawah level tertingginya, pertumbuhan pendapatan dan laba menunjukkan bahwa kinerja operasional perusahaan tetap positif.