PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 di SOHO West Point, Kedoya, Jakarta Barat, pada Selasa, 30 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, seluruh agenda yang diajukan oleh manajemen disetujui, termasuk pengesahan laporan tahunan, laporan keuangan, penggunaan laba bersih, serta pengangkatan kembali jajaran direksi.
Selama tahun buku 2025, RELI mencatatkan pendapatan sebesar Rp58,80 miliar, meningkat Rp13,50 miliar atau 29,81 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp45,29 miliar. Laba tahun berjalan juga mengalami peningkatan menjadi Rp22,90 miliar, naik 7,53 persen dari Rp21,30 miliar pada tahun sebelumnya. Total aset perusahaan per 31 Desember 2025 mencapai Rp751,47 miliar, meningkat 19,33 persen dari Rp629,76 miliar pada akhir 2024.
Presiden Direktur RELI, Akhabani, mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan. Ia menekankan bahwa meskipun menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis, perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan filosofi Business with Purpose. Selain itu, RELI berhasil menjaga profitabilitas dengan rasio margin yang solid, termasuk EBITDA Margin sebesar 35,91 persen dan Gross Profit Margin 42,09 persen.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 dengan menyisihkan dana cadangan wajib sebesar Rp70 juta. Sisa laba bersih setelah penyisihan tersebut, yaitu Rp22,83 miliar, ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan. Pemegang saham juga memutuskan untuk mengangkat kembali seluruh anggota direksi yang saat ini menjabat.
Menjelang sisa tahun 2026, RELI merencanakan berbagai strategi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis, termasuk peningkatan interaksi dengan nasabah melalui webinar dan pertemuan langsung. Perusahaan juga akan terus menyempurnakan aplikasi online trading Relitrade dan layanan digital lainnya untuk meningkatkan kenyamanan transaksi nasabah. Dengan strategi ini, RELI menargetkan peningkatan kontribusi pendapatan berbasis komisi, sehingga tidak hanya bergantung pada bisnis perdagangan saham.
Saham RELI ditutup stagnan di harga Rp492 per saham pada perdagangan terakhir, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp886 miliar dan jumlah saham beredar sebanyak 1,80 miliar lembar. Porsi saham yang dimiliki publik tercatat sebesar 13,80 persen, masih di bawah ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia yang menetapkan free float minimal 15 persen bagi perusahaan tercatat.