Ekonomi

Saham CUAN Turun Pasca Divestasi Prajogo, Apa Peluangnya Selanjutnya?

Minggu, 28 Juni 2026, 08:15 WIB 40 views 3 menit baca
CUAN sempat diperdagangkan di atas harga Rp800, namun kini turun ke Rp565 setelah melemah 9,60 persen. (Foto: dok CUAN)
CUAN sempat diperdagangkan di atas harga Rp800, namun kini turun ke Rp565 setelah melemah 9,60 persen. (Foto: dok CUAN)
Bagikan:

KABARBURSA.COM - Sejak munculnya kabar mengenai divestasi sekitar 1,7 miliar saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) oleh Prajogo Pangestu, pergerakan harga saham CUAN terus mengalami tekanan. Harga yang sebelumnya sempat berada di atas Rp800 kini telah jatuh ke Rp565, setelah mengalami penurunan sebesar 9,60 persen dalam perdagangan terakhir. Hal ini memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai apakah CUAN sudah mencapai harga terendah atau masih berpotensi mengalami penurunan lebih lanjut.

Melihat data pergerakan saham sepanjang bulan Juni, terlihat bahwa tekanan jual masih mendominasi. Dalam dua pekan terakhir, investor asing lebih banyak melakukan penjualan dibandingkan pembelian. Pada 26 Juni, nilai jual asing tercatat mencapai Rp43,03 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan pembelian yang hanya sebesar Rp28,05 miliar, sehingga mencatatkan net foreign sell hampir Rp15 miliar. Tekanan serupa juga terjadi sehari sebelumnya dengan net sell Rp9,51 miliar. Sejak pertengahan Juni, arus dana asing lebih sering keluar daripada masuk.

Indikator teknikal juga mencerminkan tekanan yang ada. Hampir semua indikator utama memberikan sinyal strong sell. RSI berada di kisaran 33, menunjukkan momentum yang masih lemah meski mendekati area jenuh jual. Sementara itu, MACD masih berada di zona negatif, menandakan bahwa tren penurunan belum sepenuhnya berakhir. Semua moving average, dari MA5 hingga MA200, juga masih berada di atas harga saat ini, sehingga belum ada konfirmasi kuat mengenai pembalikan tren.

Namun, CUAN tidak serta merta terus tertekan. Dalam analisis menggunakan pendekatan Elliott Wave, posisi saham ini diperkirakan berada pada wave B dari wave (A). Hal ini berarti pelemahan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari fase koreksi dan mendekati area yang menarik untuk dicermati sebagai peluang akumulasi bertahap.

Oleh karena itu, strategi yang disarankan adalah tidak mengejar harga saat saham mulai memantul, melainkan menerapkan buy on weakness pada kisaran Rp520-Rp550. Area tersebut diperkirakan menjadi zona support yang ideal jika tekanan jual masih berlanjut dalam jangka pendek. Jika area tersebut bertahan, peluang rebound menuju Rp720 terbuka sebagai target awal. Apabila momentum beli kembali menguat dan tekanan distribusi mulai mereda, kenaikan berpotensi berlanjut hingga Rp830. Namun, disiplin terhadap manajemen risiko tetap menjadi kunci; jika harga turun di bawah Rp482, skenario rebound diperkirakan batal dan investor disarankan untuk melakukan stop loss.

Apakah CUAN sudah mencapai harga terendah setelah divestasi Prajogo Pangestu? Jawabannya belum tentu. Meskipun harga CUAN telah turun signifikan dibandingkan sebelum aksi divestasi, dari sudut pandang teknikal, belum ada sinyal kuat bahwa tekanan jual telah berakhir. Selama indikator momentum masih didominasi oleh sinyal jual dan arus dana asing belum stabil, peluang volatilitas tetap tinggi. Oleh karena itu, investor sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa CUAN telah mencapai titik terendah. Pendekatan yang lebih bijak adalah menunggu harga memasuki area akumulasi yang direkomendasikan sambil memperhatikan apakah tekanan jual mulai berkurang. Jika support mampu bertahan dan volume beli meningkat, peluang rebound akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika level Rp482 ditembus, pasar berpotensi mencari titik keseimbangan yang lebih rendah sebelum membentuk tren naik baru.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait