Ekonomi

Saham EMAS Menjadi Pilihan Utama, Kinerja Keuangan 2Q26 Masih Tertekan

Sabtu, 29 Agustus 2026, 08:25 WIB 41 views 1 menit baca
ANTAM membukukan laba Rp6,91 triliun pada semester I 2026, naik 34 persen, dengan penjualan Rp62,71 triliun dan kas Rp9,23 triliun. Foto: Instagram @official.antam
ANTAM membukukan laba Rp6,91 triliun pada semester I 2026, naik 34 persen, dengan penjualan Rp62,71 triliun dan kas Rp9,23 triliun. Foto: Instagram @official.antam
Bagikan:

Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2027, dengan inflasi yang diperkirakan sekitar 2,5 persen. Dalam konteks ini, saham EMAS muncul sebagai pilihan investasi yang menarik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh sektor keuangan.

Setiawati, pendiri Setia Pearl di Mataram, yang didirikan pada tahun 2018, berkomitmen untuk mengangkat nilai mutiara Lombok sambil memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Produk perhiasan yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal. Di sisi lain, BPI Danantara telah memberikan mandat investasi private credit senilai USD1 miliar kepada Partners Group, dengan sebagian dana tersebut akan digunakan untuk peluang direct lending di Asia.

Danantara Indonesia juga mengalokasikan dana sebesar Rp456 miliar untuk mendukung penyelesaian proyek LRT City yang mengalami kendala. Dana ini akan digunakan melalui skema ekuitas, yang diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek tersebut dan memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan dalam kinerja keuangan pada kuartal kedua tahun 2026, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan sektor swasta menunjukkan optimisme untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait