Nasional

Sebelum MBG, Bung Karno Sudah Memperhatikan Gizi dan Kesehatan Anak

Kamis, 11 Juni 2026, 22:15 WIB 10 views 2 menit baca
Sebelum Ada MBG, Bung Karno Sudah Taruh Perhatian ke Gizi & Kesehatan Anak
Sebelum Ada MBG, Bung Karno Sudah Taruh Perhatian ke Gizi & Kesehatan Anak
Bagikan:

jpnn.com, JAKARTA - Dosen tetap Universitas Bung Karno (UBK) Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa Soekarno, sebagai Proklamator RI, merupakan sosok visioner yang meletakkan dasar kesehatan untuk generasi penerus bangsa. Pernyataan ini disampaikan saat kuliah umum bertema Pemikiran Geopolitik Bung Karno dalam rangka Ulang Tahun ke-27 UBK di Aula Ir Soekarno, Jakarta, pada Kamis (11/6).

Hasto menjelaskan bahwa perhatian Soekarno terhadap masa depan bangsa dimulai dari kesehatan anak-anak. Dia menekankan bahwa konsep pembangunan yang diusung Bung Karno selalu berfokus pada persiapan generasi penerus yang sehat secara fisik dan mental. "Bung Karno sudah memikirkan bagaimana anak-anak Indonesia itu sehat jasmani dan rohani," ujarnya di hadapan mahasiswa dan akademisi UBK.

Sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, Bung Karno menginisiasi Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika. Hasto mengungkapkan bahwa forum internasional ini bertujuan untuk membahas metode dan pendekatan ilmiah dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas baik di kawasan maupun global. Dia menambahkan bahwa Soekarno memahami bahwa kecerdasan anak sangat berkaitan dengan asupan gizi sejak dini.

“Menindaklanjuti Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika agar anak-anak Indonesia cerdas, maka harus ditopang dengan makanan yang bergizi,” jelas Hasto, yang juga merupakan alumnus Universitas Pertahanan (Unhan). Dari kesadaran akan pentingnya gizi lokal yang kaya dan sehat, Bung Karno kemudian melahirkan buku berjudul Mustika Rasa.

Hasto menjelaskan bahwa buku Mustika Rasa bukan sekadar kumpulan resep masakan, tetapi merupakan dokumen strategis untuk kedaulatan pangan nasional. “Ini memuat suatu rahasia bagaimana Indonesia dengan kekayaan kuliner yang luar biasa, dengan bumbu-bumbuan yang bercita rasa surga,” ungkapnya. Sekjen PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa Bung Karno melarang ketergantungan pangan dari negara lain karena hal itu dapat melemahkan kedaulatan politik bangsa.

“Bung Karno mengatakan, dari lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor,” tambah Hasto. Kuliah umum ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Puti Guntur Soekarno, Romy Soekarno, Once Mekel, dan Sofyan Tan, serta pimpinan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Muhammad Marhaendra Putra dan civitas akademika UBK.

Dengan pemikiran dan inisiatif yang diusung Bung Karno, perhatian terhadap kesehatan dan gizi anak diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi fokus utama bagi generasi mendatang.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait