Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Patra Dewa, menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk bersatu di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu dan tekanan geopolitik. Ia mengungkapkan bahwa fluktuasi harga komoditas dan ancaman resesi saat ini telah menciptakan dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat.
Patra Dewa menekankan pentingnya kesadaran kolektif agar tidak terpecah oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan nasional. Ia mengajak semua elemen, mulai dari pemerintah, elite politik, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk kembali mengedepankan gotong royong. Menurutnya, hanya dengan persatuan dan kerja sama, Indonesia dapat melewati tantangan global yang ada.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi kebencian atau perbedaan pandangan yang sempit, karena persatuan merupakan aset berharga dalam menjaga stabilitas nasional di tengah krisis multidimensi. Selain itu, Patra Dewa menekankan pentingnya mengawal implementasi Pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar konstitusional dalam pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi bangsa, serta mendesak negara untuk mengembalikan kedaulatan atas sumber daya alam demi kemakmuran rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Patra Dewa mengajak semua pihak untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang konstruktif. Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat dan kritik terhadap pemerintah adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan cara yang bermartabat dan berbasis fakta. Dengan dialog, setiap masalah dapat dicari solusinya tanpa mengorbankan stabilitas nasional.
Patra Dewa juga menyoroti agenda penting yang harus menjadi fokus bersama, seperti pengentasan kemiskinan, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan pengurangan ketergantungan ekonomi asing. Ia menegaskan bahwa gotong royong nasional harus dipahami secara substansial, bukan sekadar slogan, dengan membangun sinergi antara rakyat, pemerintah, dan sektor swasta yang berorientasi pada keadilan sosial.
Di akhir pernyataannya, Patra Dewa mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan krisis global sebagai momentum untuk evaluasi dan membangkitkan semangat nasionalisme ekonomi. Ia percaya bahwa dengan menjalankan nilai-nilai Pasal 33 UUD 1945, mengutamakan dialog dalam menyelesaikan perbedaan, serta memperkuat ketahanan sosial melalui gotong royong, Indonesia tidak hanya mampu bertahan tetapi juga bisa menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan berdaulat.
GMNI menyatakan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan menolak segala bentuk anarkisme di dalam negeri.