Ekonomi

Semen Indonesia Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Saham Justru Tertekan

Minggu, 14 Juni 2026, 10:32 WIB 32 views 2 menit baca
Ilustrasi kapal pengangkut barang (Foto: Semen Indonesia)
Ilustrasi kapal pengangkut barang (Foto: Semen Indonesia)
Bagikan:

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal dengan singkatan SIG, meresmikan fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur pada Kamis, 11 Juni 2026. Fasilitas ini diharapkan menjadi langkah penting dalam strategi SIG untuk memperluas pasar internasional dan meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan kelebihan kapasitas.

Fasilitas ekspor ini memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun dan akan menjadi basis utama untuk penguatan ekspor SIG, terutama ke Amerika Serikat. Kerja sama strategis antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan Taiheiyo Cement Corporation dari Jepang turut mendukung pengoperasian fasilitas ini. Meskipun demikian, setelah peresmian, harga saham SMGR justru mengalami penurunan. Menurut data dari Stockbit, pada 11 Juni 2026, saham ini ditutup di level 1.550 dan mengalami penurunan 1,29 persen ke level 1.530 pada hari berikutnya.

Selama periode 11-12 Juni 2026, saham SMGR terus menghadapi tekanan akibat aksi distribusi broker yang lebih kuat dibandingkan dengan akumulasi. Broker ZP tercatat sebagai pihak yang paling agresif dalam melepas saham SMGR dengan nilai penjualan mencapai Rp8,6 miliar. Selain itu, broker AG, YU, KZ, dan CC juga melakukan aksi jual dengan nilai yang signifikan. Di sisi lain, broker DP menjadi pembeli terbesar dengan akumulasi mencapai Rp3,1 miliar, diikuti oleh broker YO dan AK.

Untuk tahun 2026, SIG menargetkan ekspor sebanyak 450 ribu metrik ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat secara bertahap. Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyatakan bahwa pengoperasian fasilitas ekspor di Tuban merupakan langkah strategis untuk menciptakan peluang pertumbuhan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa transformasi SIG tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga berupaya memperbesar kontribusi pasar ekspor.

Fasilitas ekspor di Tuban dilengkapi dengan teknologi modern yang mendukung operasional efisien dan berkelanjutan, termasuk terminal dengan kapasitas hingga 50.000 DWT dan berbagai sistem penyimpanan semen. Indrieffouny Indra juga mengapresiasi kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation yang memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang. Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan, menegaskan bahwa peresmian fasilitas ini adalah awal dari tantangan baru untuk memaksimalkan potensi fasilitas dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Peresmian fasilitas ekspor di Tuban menjadi bagian dari komitmen SIG untuk memperkuat ketahanan bisnis melalui diversifikasi pasar dan meningkatkan posisi Indonesia sebagai pemain industri semen yang kompetitif di pasar global.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait