Sosial & Budaya

Sensasi Butterfly di Perut: Penjelasan Ilmiah di Balik Jatuh Cinta

Senin, 08 Juni 2026, 15:38 WIB 11 views 2 menit baca
Sensasi Butterfly di Perut: Penjelasan Ilmiah di Balik Jatuh Cinta
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com
Bagikan:

Sensasi kupu-kupu di perut adalah fenomena yang sangat familiar di awal hubungan asmara. Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh dan otak saat kita mengalami sensasi ini? Penjelasan ilmiah di balik sensasi kupu-kupu di perut terkait dengan respons lawan-atau-lari yang dimiliki tubuh, yang merupakan proses pertahanan diri yang otomatis diaktifkan oleh sistem saraf simpatik manusia saat menghadapi situasi pemicu stres, termasuk antisipasi asmara.

Amigdala, yaitu bagian otak yang bertugas mengenali ancaman dan memproses emosi, memegang peranan besar memicu gejolak tersebut. "Amigdala memberi sinyal kepada tubuh untuk bersiap mengambil tindakan, memicu respons lawan-atau-lari seperti detak jantung yang lebih cepat dan otot perut yang menegang," ungkap seorang neurosaintis sekaligus Presiden dan CEO Anavex Life Sciences, Christopher U. Missling, PhD, MS.

Sensasi menyerupai kepakan sayap ini merupakan contoh nyata cara kerja poros usus dan otak. Pakar meyakini ada jalur komunikasi dua arah antara pikiran dan lambung. Otak mengirimkan sinyal ke usus demi kelancaran pencernaan, sedangkan usus mengirimkan sinyal balasan yang memengaruhi suasana hati atau reaksi tubuhmu terhadap tekanan. Keterikatan biologis ini menjelaskan alasan mengapa kamu tiba-tiba mengalami kram perut sebelum kencan penting, atau alasan pasien sindrom iritasi usus besar menyadari gejalanya memburuk saat emosi bergejolak.

Dalam keseharian, banyak orang mengaitkan sensasi kupu-kupu dengan asmara. Contohnya terlihat jelas pada awal terjalinnya hubungan, saat menyentuh tangan kekasih, atau ketika mengejar peluang baru. Namun, sensasi kupu-kupu sebenarnya belum tentu merupakan akibat langsung emosi romantis tertentu, melainkan wujud nyata dari respons fisiologis tubuh terhadap situasi mendebarkan.

Meski sensasi kupu-kupu sering dikaitkan dengan indahnya jatuh cinta, poros usus dan otak yang teraktivasi secara tidak wajar bisa membuatmu rentan mengalami masalah pencernaan atau kecemasan. Karenanya, mengembangkan strategi pengelolaan stres atau emosi yang berlebihan guna menenangkan saraf saat menghadapi situasi intens, menjadi langkah preventif yang membantu.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait