Presiden Fine Fragrance Robin Mason menjelaskan bahwa teknik fragrance layering berakar dari budaya Timur Tengah, di mana orang akan mengenakan berbagai macam wewangian untuk menciptakan aroma yang khas. Tidak ada aturan baku dalam fragrance layering, sehingga setiap orang bebas bereksperimen dengan berbagai kombinasi aroma hingga menemukan signature scent yang paling sesuai dengan kepribadian dan selera mereka.
Menurut Robin, salah satu hal yang menarik dari fragrance layering adalah hampir semua jenis aroma dapat dipadukan. Namun, CEO dan Chairman Interparfums Jean Madar menyarankan pemula untuk memulai dari parfum yang masih berada dalam keluarga aroma yang sama, seperti memadukan dua parfum floral atau dua parfum dengan karakter fruity.
Untuk mencoba teknik fragrance layering, Anda dapat memulai dengan dua parfum terlebih dahulu. Pilih dua parfum dari merek yang sama, karena parfum dalam satu lini umumnya dirancang dengan karakter penciuman yang serupa sehingga lebih mudah dipadukan. Semprotkan parfum yang lebih kuat terlebih dahulu langsung ke kulit, dan pastikan untuk menyemprotkan masing-masing parfum di titik nadi yang berbeda.
Setelah itu, beri waktu agar aromanya berkembang. Aroma parfum akan berubah secara bertahap seiring menguapnya setiap lapisan notes. Karakter asli parfum akan semakin terlihat setelah beberapa waktu. Jangan lupa untuk menggunakan parfum pada kulit yang bersih dan lembap, karena ini akan menciptakan dasar yang baik sehingga aroma parfum bertahan lebih lama.