JAKARTA, iNews.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) percaya bahwa keunggulan dalam bisnis tidak hanya bergantung pada inovasi, tetapi juga pada kualitas tata kelola dan kesiapan sumber daya manusia dalam memahami regulasi yang berlaku. Untuk itu, Telkom memberikan berbagai informasi strategis kepada seluruh karyawan di setiap level organisasi, termasuk mengenai perkembangan regulasi dan praktik terbaik melalui forum pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan kapabilitas pengambil keputusan, Telkom mengadakan Executive Session dengan tema "Navigating Legal Risk in Corporate Decision Making" pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan dan fungsi strategis perusahaan, yang bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan regulasi serta dampaknya terhadap pengambilan keputusan bisnis. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil perusahaan berlandaskan pada kepatuhan hukum yang kokoh, pengelolaan risiko bisnis yang baik, serta prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.
Dalam sambutannya, Direktur Legal and Compliance Telkom, Andy Kelana, menekankan pentingnya memperkuat budaya kepatuhan dan tata kelola yang adaptif di tengah transformasi bisnis dan digital yang cepat. Ia menyatakan bahwa keputusan strategis harus mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepastian hukum, sambil tetap bersaing di industri. Andy juga menyoroti perlunya pemahaman yang mendalam tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru, yang harus disertai dengan pemahaman bersama agar transformasi perusahaan dapat berjalan seiring dengan kepatuhan hukum dan penguatan tata kelola.
Dengan upaya ini, Telkom berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola dan kepatuhan, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa depan.