LABUAN BAJO, iNews.id - Setelah terjadinya gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil langkah cepat untuk memperbaiki dan memulihkan layanan telekomunikasi digital. Dalam upaya ini, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) berperan aktif dengan menargetkan penyediaan konektivitas berbasis satelit di 17 lokasi di Maumere, Ruteng, dan Larantuka.
Rachmad Dwi Hartanto, EVP Telkom Regional III, menjelaskan bahwa pemulihan infrastruktur di beberapa lokasi akan dilakukan secara bertahap dan memerlukan waktu. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan seluruh sumber daya dan kapabilitas TelkomGroup untuk mendukung proses pemulihan, termasuk melalui layanan satelit yang disediakan oleh Telkomsat. “Kami perlu memastikan seluruh sumber daya dan kapabilitas TelkomGroup bisa dikerahkan secara efektif untuk membantu proses tersebut,” ujarnya.
Dalam konteks ini, Telkomsat mengoptimalkan kemampuan satelit yang dimilikinya untuk menyediakan akses komunikasi yang andal di lokasi-lokasi yang masih dalam tahap pemulihan, terutama saat infrastruktur jaringan terestrial mengalami gangguan. Fino Arfiantono, VP Corporate Secretary Telkomsat, menekankan bahwa konektivitas sangat penting dalam situasi bencana, baik untuk masyarakat yang memerlukan komunikasi dan informasi, maupun untuk koordinasi penanganan di lapangan. “Kami menargetkan dukungan konektivitas satelit dapat hadir di 17 titik di wilayah Maumere, Ruteng, dan Larantuka,” tuturnya.
Dengan langkah ini, TelkomGroup berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan dan memastikan bahwa masyarakat dapat tetap terhubung meskipun dalam situasi sulit. Perkembangan lebih lanjut mengenai pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak akan terus dipantau dan diinformasikan.