Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Kanada menemukan bahwa orang dewasa lanjut yang mengalami kekerasan saat kecil memiliki risiko kanker yang lebih tinggi. Risiko paling tinggi terlihat pada korban kekerasan seksual berat yang melibatkan ancaman, paksaan, atau kekerasan fisik.
Menurut peneliti utama, Katie Ports, pengalaman masa kecil sangat penting dalam menentukan kesehatan dan kesejahteraan di masa depan. "Pengalaman masa kecil, baik positif maupun negatif, menjadi fondasi bagi kesehatan dan kesejahteraan di masa depan," ujarnya.
Penelitian ini menghimpun data dari 2.636 warga Kanada berusia 65 tahun ke atas yang mengikuti survei nasional terkait kesehatan mental dan akses layanan kesehatan. Para partisipan merupakan penyintas berbagai bentuk pengalaman buruk di masa kecil, di antaranya kekerasan fisik, paparan kekerasan dalam rumah tangga orang tua, serta kekerasan seksual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 21 persen partisipan dilaporkan pernah didiagnosis kanker. Angka ini meningkat pada mereka yang pernah mengalami kekerasan di masa kecil. Risiko tertinggi dengan diagnosis kanker ditemukan pada korban kekerasan seksual berat mencapai 35,5 persen.
Para peneliti menilai bahwa pengalaman traumatis dapat memengaruhi cara tubuh merespons stres, serta mengganggu sistem kekebalan dan peradangan. Jika hal ini berlangsung lama, diduga turut meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker.
Peneliti juga menegaskan bahwa bukan berarti semua penyintas kekerasan di masa kecil pasti akan terkena kanker. "Sebagian besar penyintas tidak mengalami kanker. Penelitian ini hanya menjelaskan tentang risiko, bukan hal yang pasti," ujar profesor di Universitas Toronto, Esme Fuller-Thomson.