Kesehatan

Wabah Ebola di Afrika: Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Makanan Mentah

Selasa, 19 Mei 2026, 16:49 WIB 14 views 2 menit baca
Wabah Ebola di Afrika: Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Makanan Mentah
Ilustrasi. Kemenkes RI meningkatkan kewaspadaan menyusul penetapan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global oleh WHO. (John WESSELS / AFP)
Bagikan:

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan global. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyambut langkah ini dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi daging mentah dan hewan liar.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, meminta masyarakat untuk memastikan makanan yang dikonsumsi telah dimasak hingga matang. "Masyarakat diimbau hanya mengonsumsi daging yang telah dimasak matang dan menghindari konsumsi hewan liar," kata Aji.

WHO mencatat bahwa wabah Ebola saat ini belum tergolong pandemi seperti Covid-19, namun telah tercatat lebih dari 300 kasus suspek Ebola dengan 88 kematian. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut bahwa wabah ini dipicu oleh Bundibugyo ebolavirus, salah satu strain Ebola yang tergolong langka dan belum memiliki vaksin maupun terapi spesifik yang disetujui.

Pemerintah Indonesia memperkuat kesiapsiagaan nasional untuk mencegah masuknya kasus ke dalam negeri. "Pemerintah terus melakukan pemantauan perkembangan kasus Ebola di tingkat global serta memperkuat kesiapsiagaan nasional guna mencegah masuknya penyakit ke Indonesia," kata Aji.

Kemenkes juga telah menyiapkan 198 rumah sakit rujukan dalam jejaring layanan pengampuan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) dan memperkuat surveilans melalui pemantauan di 21 rumah sakit sentinel yang tersebar di 20 provinsi. Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, memakai masker saat sakit atau berada di tempat umum, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait