Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan bahwa pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo akan tetap berjalan seperti biasa, meskipun Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Luthfi menyatakan dukungannya terhadap langkah KPK dalam memberantas korupsi di wilayahnya dan mengungkapkan keprihatinannya atas insiden tersebut.
Menurut Luthfi, penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas, yang harus dimulai dari keteladanan pemimpin. Ia menekankan bahwa prinsip tata kelola pemerintahan yang baik harus diterapkan oleh semua pejabat, termasuk dalam penggunaan kewenangan dan pengelolaan anggaran. "Seluruh proses pemerintahan harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan," ujarnya. Ia berharap semua pejabat, di semua tingkat, dapat menerapkan prinsip tersebut.
Setelah terjadinya OTT KPK, Luthfi berencana untuk mengirimkan tim ke Pemkab Sukoharjo untuk memberikan pendampingan agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik. "Siapapun pemimpinnya yang terkena masalah, pelayanan pemerintahan dan publik tidak boleh terganggu. Kami akan mendukung agar pemerintahan di Sukoharjo tetap berjalan. Nanti akan kami tunjuk Pelaksana Tugas (Plt) setelah ada kekuatan hukum tetap," jelasnya.
KPK melakukan OTT di Kabupaten Sukoharjo pada malam hari, Kamis, 9 Juli 2026, dan membawa beberapa orang untuk diperiksa, termasuk Bupati Etik Suryani.