Basarnas Kendari telah mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Pacitan untuk mendukung operasi pencarian KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pengiriman kapal ini dilakukan sebagai respons terhadap insiden yang terjadi pada 15 Juli 2026, di mana kapal tersebut dilaporkan hilang di sekitar Pulau Polassi.
Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin A.S, menjelaskan bahwa KN SAR Pacitan berangkat dari Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari pada pukul 12.10 WITA. Armada tersebut membawa 28 personel, termasuk satu Kepala Seksi Operasi dan Siaga KPP Kendari, 21 kru, serta enam tenaga penyelamat. Jarak tempuh dari Kendari menuju lokasi pencarian diperkirakan mencapai 262 mil laut dan memakan waktu sekitar 18 jam dengan kecepatan maksimum 20 knot.
Amiruddin menambahkan bahwa tim pencari dilengkapi dengan berbagai alat dan perlengkapan keselamatan yang memadai, termasuk satu unit sea rider, sekoci, perahu karet, serta peralatan medis dan komunikasi. Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di jalur pelayaran menuju lokasi pencarian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin berkisar antara 2 hingga 20 kilometer per jam.
Di hari keempat operasi pencarian, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menginformasikan bahwa dari 78 orang yang berada di KM Nurul Salsa, 52 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 25 orang lainnya masih dalam pencarian. Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan semua korban yang masih hilang.