Insiden tewasnya tiga pekerja saat menjalankan tugas di gorong-gorong proyek perpipaan di Jakarta memerlukan penanganan yang objektif dan berdasarkan fakta, menurut Rio A Putra, Presidium Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta. Rio menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut dan menegaskan pentingnya pemenuhan hak-hak para pekerja yang meninggal.
Rio menjelaskan bahwa peristiwa ini tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab PAM Jaya, karena para pekerja tersebut merupakan bagian dari perusahaan pelaksana, yaitu PT Moya Indonesia. Dalam konteks proyek infrastruktur, terdapat pembagian tanggung jawab yang berbeda antara pemilik proyek dan perusahaan pelaksana, terutama terkait dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Dia menegaskan bahwa tanggung jawab utama dalam penerapan standar keselamatan kerja terletak pada perusahaan yang mempekerjakan para pekerja. Rio juga menganggap tuntutan dari Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, untuk mencopot Direktur Utama PAM Jaya sebagai pernyataan yang berlebihan dan tidak sesuai dengan pembagian tanggung jawab yang ada.
Rio mempertanyakan mengapa Said Iqbal tidak meminta pertanggungjawaban dari pihak PT Moya Indonesia dan menyarankan agar dia melakukan klarifikasi dengan PAM Jaya untuk memahami situasi secara menyeluruh sebelum memberikan pernyataan kepada publik. Dia menekankan bahwa setiap musibah harus diselidiki secara menyeluruh, namun tidak tepat untuk langsung menyimpulkan bahwa pimpinan PAM Jaya harus dicopot sebelum investigasi selesai.
Menurutnya, penilaian harus didasarkan pada fakta dan hukum yang berlaku, bukan pada asumsi atau tekanan dari opini publik. Jika terdapat kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja, maka perusahaan pelaksana adalah pihak pertama yang harus dimintai pertanggungjawaban sesuai kontrak dan peraturan yang berlaku.
Meski demikian, Rio menilai insiden ini harus menjadi evaluasi serius bagi PAM Jaya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap mitra kerjanya. Ia mendorong PAM Jaya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT Moya, dan jika ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional dan ketentuan K3, maka sanksi tegas perlu diberikan.
Rio juga mengapresiasi langkah PAM Jaya yang menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara transparan. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap mitra kerja agar penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja dapat dilaksanakan dengan baik di setiap proyek.
Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama, dan evaluasi terhadap kontraktor wajib dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Sebelumnya, tiga pekerja pipa air ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis, 9 Juli.