Saat ini, banyak produk pelangsing di pasaran yang menjanjikan penurunan berat badan secara instan. Namun, penurunan berat badan yang terlalu drastis dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Dari sisi medis, penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat menyebabkan penurunan cairan tubuh dan massa otot, bukan hanya lemak.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi, metabolik, dan diabetes, Dicky Levenus Tahapary, mengatakan bahwa penurunan berat badan yang cukup tinggi itu bagus, tetapi perlu bertahap dan tidak boleh dilakukan secara ekstrem. "Perlu diingat, badan kita itu ada otot, ada tulang, ada lemak, ada air. Biasanya kalau berat badannya turun cepat, itu yang berkurang airnya," kata Dicky.
Produk pelangsing yang bisa membuat kita mengeluarkan cairan dalam waktu singkat biasanya bersifat diuretik, yang mendorong tubuh mengeluarkan cairan dari kencing. Namun, penurunan massa otot tidak baik dalam jangka panjang karena otot penting dalam mengatur kecepatan metabolisme tubuh. Adapun jika pola makan lama kembali, kenaikan berat badan bisa terjadi lebih cepat.
Penurunan berat badan yang ideal adalah penurunan massa lemaknya, bukan penurunan cairan tubuh dan massa otot. Ketika lemak yang berkurang, fungsi-fungsi tubuh lainnya bisa bekerja dengan lebih baik, seperti mengurangi risiko perlemakan hati, diabetes, hingga tekanan darah tinggi. "Prinsipnya penurunan berat badan itu lebih bagus pelan-pelan tapi steady, dibandingkan langsung turun secara drastis," ujar Dicky.