Baru-baru ini, terjadi kasus meninggalnya seorang peserta olahraga di Jakarta, yang menyoroti pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas fisik di cuaca panas. Olahraga memang salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh, namun ketika dilakukan di luar ruangan saat suhu udara tinggi, tubuh menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Yamin, mengatakan bahwa cuaca panas dapat memicu masalah jantung secara tidak langsung melalui dehidrasi. Dehidrasi yang berat dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang berpotensi memicu gangguan sistem kelistrikan jantung yang dapat berakibat fatal.
Untuk berolahraga dengan aman di cuaca ekstrem, para dokter menyarankan beberapa langkah, seperti memenuhi kebutuhan cairan tubuh, menggunakan pakaian yang tepat, mengurangi intensitas olahraga, mengenali batas kemampuan tubuh, dan hindari paparan matahari berlebihan. Selain itu, menggunakan pelindung kulit dan melakukan skrining kesehatan secara rutin juga penting.
Dokter Rafika Iezza Setyarini mengatakan bahwa olahraga di cuaca panas sebenarnya tetap boleh dilakukan, namun seseorang harus lebih memperhatikan kebutuhan cairan dan risiko heatstroke. Dengan mengikuti tips-tips tersebut, Anda dapat melakukan aktivitas fisik dengan aman dan nyaman, bahkan di cuaca ekstrem.