Pendidikan

Bahaya Kebocoran Arus Listrik di Sekolah: Mengapa Perlindungan Listrik Sangat Penting

Sabtu, 02 Mei 2026, 21:07 WIB 19 views 2 menit baca
Bahaya Kebocoran Arus Listrik di Sekolah: Mengapa Perlindungan Listrik Sangat Penting
Sumber gambar: edukasi.kompas.com
Bagikan:

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi momentum untuk merefleksikan upaya memajukan pendidikan di Indonesia, termasuk aspek keselamatan anak di lingkungan sekolah. Pendidikan bermutu tidak hanya terlihat dari kualitas pembelajaran, tetapi juga lingkungan yang aman bagi siswa.

Beberapa tahun belakangan, terdapat kasus siswa tersengat listrik di sekolah, bahkan menelan korban jiwa. Kasus tersebut memperlihatkan bahwa bahaya kelistrikan begitu dekat dari aktivitas siswa. Risiko itu bisa hadir di area belajar, halaman sekolah, atap gedung, hingga perlengkapan kegiatan yang digunakan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.

Akademisi Universitas Tarumanagara Hadian Satria Utama, MSEE, mengatakan bahwa risiko kebocoran arus listrik kerap luput dari perhatian karena tidak selalu menunjukkan tanda-tanda yang mudah dikenali. Perlindungan yang umum digunakan masyarakat biasanya masih terbatas pada miniature circuit breaker (MCB), yang hanya berfungsi untuk melindungi instalasi dari kelebihan beban atau hubungan singkat, tetapi tidak dirancang untuk mendeteksi kebocoran arus ke tanah.

Hadian menjelaskan bahwa Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) atau Residual Current Circuit Breaker (RCCB) dengan sensitivitas 30 mA sangat penting untuk mencegah sengatan listrik fatal. GPAS bekerja dengan membandingkan arus listrik yang keluar dan kembali melalui kabel, dan akan segera memutus aliran listrik jika terdapat selisih arus yang melebihi ambang batas aman.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah memproses Rancangan Peraturan Menteri ESDM tentang Penerapan Gawai Proteksi Arus Sisa pada Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Tegangan Rendah terhadap Bahaya Kejut Listrik dan Kebakaran. Momentum Hardiknas menjadi pengingat bahwa pendidikan yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh akses, fasilitas, guru, dan proses pembelajaran, tetapi juga oleh rasa aman selama anak-anak berada di sekolah.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait