Acara pembukaan Munas ke-XVIII HIPMI di Lampung, Rabu, menjadi momen yang menarik ketika Bahlil Lahadalia, Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), meminta izin untuk memanggil Presiden Prabowo Subianto dengan sebutan 'kanda'. Menurut Bahlil, panggilan 'kanda' dan 'dinda' merupakan sebutan lumrah di lingkungan HIPMI.
Bahlil awalnya menyapa para pejabat negara yang hadir, termasuk Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dengan sebutan 'kanda'. Kemudian, dia meminta izin untuk memanggil Presiden Prabowo dengan sebutan yang sama. "Kalau Bapak berkenan saya izin Bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto," tutur Bahlil.
Permintaan Bahlil disambut dengan tepuk tangan para anggota HIPMI. Bahlil menjelaskan bahwa panggilan 'kanda' dan 'dinda' dipakai untuk terkesan lebih akrab. Sebelumnya, Bahlil juga kerap memanggil beberapa orang dengan sebutan tersebut.
Acara Munas ke-XVIII HIPMI dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Dalam acara tersebut, Bahlil berharap bahwa dengan memanggil Presiden dengan sebutan 'kanda', komunikasi dan olahannya dapat menjadi lebih cepat dan efektif.