Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program beasiswa akselerasi S2-S3 untuk lulusan pendidikan keagamaan. Program ini memungkinkan peserta menempuh studi magister dan doktor secara berkelanjutan dalam satu jalur studi. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
Menurut Ruchman, skema Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) ini memungkinkan peserta mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor. Peserta yang lolos akan menempuh studi selama total 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Puspenma, Siti Maria Ulfa, mengatakan bahwa program ini diperuntukkan bagi alumni pendidikan keagamaan binaan Kemenag. Pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026, dan peserta dapat memilih salah satu dari tiga kampus mitra, yakni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, atau Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Sebagai persyaratan administrasi, calon peserta wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan/atau Arab yang masih berlaku, sesuai standar yang telah ditetapkan. Informasi lengkap terkait skema PMLD dan persyaratan pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dapat diakses melalui portal resmi Kementerian Agama.