Nasional

Burhanuddin Muhtadi Soroti Metodologi Survei IndexMundi yang Dipertanyakan

Rabu, 08 Juli 2026, 12:13 WIB 56 views 2 menit baca
Hasil Survei IndexMundi Bikin Heboh, Burhanuddin Muhtadi Soroti Kelemahan Metodologi
Hasil Survei IndexMundi Bikin Heboh, Burhanuddin Muhtadi Soroti Kelemahan Metodologi
Bagikan:

JAKARTA - Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan kritik terhadap survei yang dirilis oleh IndexMundi Global Surveys. Ia menilai bahwa survei tersebut tidak hanya menilai objek yang diteliti, tetapi lebih kepada kualitas metodologi yang digunakan dalam pengumpulan data.

Burhanuddin menekankan bahwa hasil survei harus didukung oleh metode penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Salah satu survei yang menjadi sorotan adalah penempatan Polri sebagai institusi yang dianggap paling korup di Asia Tenggara. Ia menyatakan, "Kelemahan utama metodologi IndexMundi Global Surveys terletak pada penggunaan survei online terbuka tanpa kontrol sampel yang ketat," dalam keterangannya pada Selasa (7/7).

Menurut Burhanuddin, mekanisme pengumpulan data melalui survei daring terbuka tidak mampu mencerminkan kondisi populasi secara menyeluruh. Data yang diperoleh hanya mencerminkan pandangan sebagian pengguna internet yang memilih untuk berpartisipasi. Ia menambahkan bahwa "Data yang dihasilkan mencerminkan persepsi subjektif pengguna internet, bukan data statistik empiris yang terverifikasi secara ilmiah."

Dia juga menjelaskan bahwa salah satu masalah mendasar dalam survei tersebut adalah munculnya bias sampel, yang terjadi karena responden hanya berasal dari individu yang memiliki akses internet dan memahami teknologi. Hal ini membuat sampel tidak dipilih melalui metode acak murni, sehingga tidak mewakili demografi suatu negara berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, maupun wilayah.

Burhanuddin juga mencatat bahwa sistem pengumpulan data yang bersifat sukarela membuka peluang terjadinya self-selection bias, di mana individu atau kelompok tertentu dapat mendominasi hasil survei. Ia menegaskan bahwa tanpa verifikasi identitas, sistem yang longgar ini memungkinkan manipulasi peringkat negara tertentu.

Lebih lanjut, ia menyoroti kurangnya transparansi dari survei tersebut terkait jumlah responden yang digunakan untuk menyusun skor di setiap negara. Ketiadaan informasi mengenai ukuran sampel dapat memengaruhi perubahan peringkat suatu negara. Selain itu, mekanisme pembersihan data juga tidak dijelaskan secara terbuka.

Burhanuddin menyimpulkan bahwa secara akademis, data dari IndexMundi lebih tepat dipandang sebagai gambaran sentimen di ruang digital, bukan sebagai representasi kondisi faktual di lapangan. Ia merekomendasikan agar hasil survei tersebut hanya dijadikan indikator awal yang perlu diverifikasi melalui survei dari lembaga yang kredibel dengan metode ilmiah yang ketat, seperti Transparency International atau Gallup Poll.

Ia menambahkan bahwa organisasi internasional dan akademisi umumnya menolak menggunakan IndexMundi Global Surveys sebagai rujukan ilmiah utama.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait