Ekonomi

Danantara Raih Rp59,56 Triliun dari Dividen Emiten BUMN

Senin, 15 Juni 2026, 16:40 WIB 3 views 3 menit baca
Danantara Raih Rp59,56 Triliun dari Dividen Emiten BUMN
Danantara Raup Rp59,56 Triliun dari Deviden Emiten BUMN
Bagikan:

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah memperkuat penerimaan dividennya dengan mengandalkan sejumlah perusahaan tambang milik negara. Dividen yang diterima berasal dari PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Timah Tbk. (TINS), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melalui kepemilikan saham oleh MIND ID. Sebagai induk holding industri pertambangan nasional, MIND ID memegang saham mayoritas di beberapa emiten tambang strategis, sehingga sebagian besar dividen yang dibagikan akan mengalir ke MIND ID.

Dari emiten tambang tersebut, ANTM menjadi penyumbang dividen terbesar untuk tahun buku 2025 dengan nilai Rp210 per saham. Dengan kepemilikan sekitar 15,61 miliar saham ANTM, MIND ID diperkirakan akan menerima dividen sebesar Rp3,28 triliun. Selanjutnya, PTBA diproyeksikan menyumbang sekitar Rp869,76 miliar dengan dividen Rp114,51 per saham, sementara TINS diharapkan memberikan dividen senilai Rp426,88 miliar, dan INCO sekitar Rp279,15 miliar dengan dividen Rp77,9 per saham. Secara keseluruhan, total dividen yang diterima MIND ID dari emiten-emiten tersebut mencapai sekitar Rp4,85 triliun.

Di luar sektor pertambangan, Danantara melalui PT Danantara Asset Management juga mengelola sejumlah BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari enam emiten BUMN, yaitu BBNI, BBRI, BMRI, JSMR, SMGR, dan TLKM, Danantara Asset Management diperkirakan memperoleh total dividen sebesar Rp54,7 triliun. BMRI menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp18,11 triliun, diikuti oleh BBRI sebesar Rp16,67 triliun dan TLKM sekitar Rp11,29 triliun. Dengan menggabungkan dividen dari MIND ID dan Danantara Asset Management, total dana yang masuk ke ekosistem Danantara diperkirakan mencapai Rp59,56 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan penguatan dengan dibuka naik 111 poin atau 1,85 persen ke level 6.118 pada awal perdagangan. Penguatan ini didorong oleh lonjakan saham-saham BUMN, khususnya di sektor perbankan. Kepala BP BUMN dan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa tren positif ini mencerminkan hasil transformasi yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Dony, kinerja BUMN saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik dan mendapat respons positif dari pelaku pasar. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG sempat melonjak lebih dari 3,5 persen ke level 6.221, didorong oleh saham-saham perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin kenaikan dengan menguat 5 persen, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Dony menambahkan bahwa meskipun pergerakan pasar jangka pendek sering dipengaruhi oleh berbagai sentimen, investor pada akhirnya akan mempertimbangkan fundamental dan kinerja perusahaan dalam mengambil keputusan investasi. Capaian positif di berbagai sektor strategis menjadi modal penting bagi BUMN untuk terus meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham.

Dengan laporan kinerja yang menunjukkan hasil yang sangat baik di sektor-sektor strategis, BUMN dipastikan memiliki fondasi yang kuat untuk terus tumbuh ke depan.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait