Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, mulai dari asisten virtual di ponsel hingga analisis data di dunia kerja. Perkembangan teknologi ini telah mengubah kebutuhan industri terhadap talenta masa depan, sehingga kampus harus bertransformasi untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.
Perusahaan kini tidak lagi hanya mencari individu yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu bekerja berdampingan dengan AI dalam berbagai proses kerja. Oleh karena itu, keterampilan seperti critical thinking, adaptability, problem solving, kolaborasi, dan pemahaman digital menjadi semakin penting.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030. Artinya, setiap tahun dibutuhkan lebih dari 458.000 tenaga kerja baru yang siap masuk ke ekosistem digital.
Salah satu kampus yang mulai merespons tantangan tersebut adalah BINUS University melalui pengembangan Digital Transformation & AI Experience ecosystem. Melalui ekosistem tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai perkembangan AI, penggunaan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab, serta kesiapan menghadapi tantangan kerja di masa depan.
Rektor BINUS University Nelly mengatakan, transformasi digital membuat perguruan tinggi perlu bergerak lebih jauh dari sekadar pembelajaran akademik. "Mahasiswa perlu dibekali pengalaman yang membuat mereka mampu memahami perubahan industri secara nyata yang membuat mereka dapat memahami industri dan berkreativitas untuk menciptakan peluang-peluang," ujarnya.