Nasional

Eddy Soeparno: Kebakaran TPA Jatiwaringin Menjadi Peringatan untuk Pengelolaan Sampah Nasional

Senin, 06 Juli 2026, 03:00 WIB 57 views 2 menit baca
Eddy Soeparno: Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Pengelolaan Sampah Nasional
Eddy Soeparno: Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Pengelolaan Sampah Nasional
Bagikan:

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengungkapkan keprihatinannya terkait kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Ia menilai insiden ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak dapat lagi bergantung pada sistem pengelolaan sampah yang hanya mengandalkan penimbunan di TPA.

Menurut Eddy, kebakaran tersebut menjadi peringatan bahwa kapasitas pengelolaan sampah di Indonesia telah mencapai titik kritis yang memerlukan perubahan fundamental. Ia menekankan pentingnya mengubah sampah menjadi sumber daya yang bermanfaat, termasuk sebagai energi listrik. "Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi alarm bahwa kapasitas pengelolaan sampah kita sudah berada di titik yang membutuhkan perubahan mendasar," ujarnya.

Eddy menjelaskan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 56 juta ton sampah setiap tahun, namun sebagian besar masih berakhir di TPA dengan sistem penimbunan. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran akibat akumulasi gas metana dan berpotensi mencemari lingkungan, serta menyia-nyiakan potensi energi dan ekonomi dari sampah. Oleh karena itu, ia mendukung langkah Presiden Prabowo untuk mempercepat pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WTE) di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperbaiki pengelolaan sampah nasional.

Program WTE dianggap sebagai solusi strategis karena dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Eddy menambahkan bahwa teknologi WTE telah diterapkan di banyak negara maju dengan standar lingkungan yang ketat dan berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan dan operasionalnya memenuhi ketentuan lingkungan hidup.

Ia juga menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumber melalui pemilahan, peningkatan daur ulang, dan penguatan bank sampah dengan edukasi masyarakat yang aktif. "Waste-to-Energy bukan berarti kita mengabaikan upaya pengurangan sampah. Justru WTE menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi," jelasnya.

Harapannya, kebakaran di TPA Jatiwaringin dapat mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah nasional. Eddy menekankan bahwa Indonesia harus beralih dari pendekatan yang berorientasi pada landfill menuju pengelolaan sampah modern yang mengutamakan teknologi, ekonomi sirkular, dan energi bersih. Ia menegaskan bahwa masalah sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperluas TPA, melainkan memerlukan keberanian untuk melakukan perubahan kebijakan yang mendasar.

Dengan demikian, Eddy berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan momentum ini dapat dimanfaatkan untuk membangun Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan mandiri dalam penyediaan energi.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait