Gempa bumi yang melanda Bitung, Sulawesi Utara, telah menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat setempat. Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut diikuti oleh 48 gempa susulan dengan kekuatan yang bervariasi. Gempa susulan terbesar memiliki kekuatan M5,5, yang merupakan kekuatan yang cukup signifikan.
BMKG melaporkan bahwa gempa bumi utama memiliki kekuatan M5,2 dan terjadi pada kedalaman 10 km. Gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di sekitar Bitung dan wilayah sekitarnya. Setelah gempa utama, gempa susulan terus terjadi, dengan kekuatan yang bervariasi antara M2,5 hingga M5,5. Gempa susulan ini menyebabkan masyarakat menjadi semakin waspada dan berhati-hati.
"Kami telah mengeluarkan peringatan gempa dan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada," kata Kepala BMKG. "Gempa susulan masih terus terjadi, dan kami terus memantau situasi untuk memastikan keselamatan masyarakat."
Masyarakat setempat telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti lapangan terbuka atau tempat-tempat yang jauh dari bangunan yang rawan roboh. Beberapa warga juga telah melaporkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur, namun belum ada laporan tentang korban jiwa.
Tim rescue dan petugas keamanan telah dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa. Mereka bekerja sama dengan BMKG untuk memantau situasi dan memberikan informasi yang akurat tentang gempa susulan.
Sampai saat ini, situasi di Bitung masih dalam pengawasan ketat. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. BMKG akan terus memantau situasi dan memberikan informasi yang akurat tentang gempa susulan.