Nasional

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Kirim Surat kepada Prabowo Terkait Pengelolaan Migas Andaman

Selasa, 07 Juli 2026, 12:08 WIB 60 views 2 menit baca
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Surati Prabowo soal Migas Andaman, Singgung Kebijakan Bahlil
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Surati Prabowo soal Migas Andaman, Singgung Kebijakan Bahlil
Bagikan:

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, telah mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berkaitan dengan pengelolaan minyak dan gas (migas) di Lapangan Tangkulo South Andaman. Dalam surat tersebut, Mualem menyampaikan empat permintaan penting yang berkaitan dengan kebijakan pengelolaan sumber daya alam di daerahnya.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyatakan bahwa surat yang dikirim oleh Gubernur Mualem bertujuan untuk mengusulkan langkah-langkah terbaik bagi Aceh dan negara. "Ada empat poin yang disampaikan. Sekarang kita menunggu respons dari pemerintah pusat," ungkap Nurlis di Banda Aceh pada Senin (6/7/2026). Surat bernomor 500.16.7.2/7039 itu telah diterima oleh Kementerian Sekretariat Negara pada 30 Juni 2026 dan berisi permohonan untuk meninjau dan merevisi persetujuan rencana Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman.

Surat kepada Presiden Prabowo ini juga merupakan tanggapan terhadap kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengenai PoD I Lapangan Tangkulo. Dalam suratnya, Menteri Bahlil memberikan persetujuan untuk pengolahan gas mentah melalui fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) yang berlokasi di laut. Gubernur Mualem menekankan bahwa besaran bagi hasil yang ditetapkan, yaitu 4 persen untuk gas dan 6 persen untuk minyak, dinilai terlalu kecil dan perlu ditinjau kembali untuk kepentingan nasional dan Aceh.

Lebih lanjut, pemerintah Aceh mengusulkan agar pengolahan gas mentah dilakukan di darat (onshore) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, yang memiliki infrastruktur yang ada dari PT Arun NGL dan merupakan Proyek Strategis Nasional sesuai dengan RPJMN 2025-2029. Gubernur Mualem juga berharap agar Presiden Prabowo dapat mengarahkan Menteri ESDM untuk meninjau dan merevisi persetujuan rencana PoD I tersebut. Terakhir, surat tersebut juga meminta alokasi khusus untuk minyak dan gas bumi bagi Aceh.

Kawasan Andaman sendiri memiliki enam blok migas utama, termasuk Andaman I, II, III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman. Lapangan gas Tangkulo diproyeksikan memproduksi sekitar 300 MMSCFD gas, dengan 160 MMSCFD sudah memiliki komitmen penjualan kepada PLN. Selain itu, lapangan South Andaman juga diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari, yang dapat diolah menjadi berbagai produk industri.

Nurlis menegaskan bahwa kondensat ini akan menjadi pendorong bagi berdirinya kilang dan berbagai industri hilir, yang diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan ketika mulai beroperasi. Dengan demikian, surat Gubernur Aceh ini menjadi langkah awal dalam upaya pengelolaan sumber daya migas yang lebih baik untuk kepentingan daerah dan nasional.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait