DEPOK - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengajak Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, untuk memanfaatkan potensi sumber daya manusia yang ada agar kota ini dapat bertransformasi menjadi pusat inovasi, riset, ekonomi kreatif, ekonomi syariah, serta pengembangan kecerdasan buatan dengan standar internasional.
Habib Aboe menjelaskan bahwa Depok memiliki berbagai modal yang kuat untuk bersaing di tingkat global. Dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekitar 84,04, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,50 persen, serta tingkat kemiskinan yang rendah, ditambah dengan populasi yang didominasi oleh usia produktif, kota ini memiliki potensi besar untuk dipromosikan sebagai kota inovasi di forum internasional. “Dengan modal tersebut, Depok layak dipromosikan sebagai kota inovasi Indonesia di berbagai forum internasional,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Pemkot Depok.
Habib Aboe menekankan bahwa kekuatan utama Kota Depok terletak pada kualitas sumber daya manusia, bukan pada sumber daya alam. Kehadiran lebih dari 30 perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia, menjadi fondasi penting bagi pengembangan kota berbasis pengetahuan. “Dengan kualitas SDM yang tinggi dan IPM mencapai 84,04, Depok memiliki modal menjadi knowledge city bertaraf internasional,” tambahnya. Ia berharap Depok tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi juga sebagai penghasil inovasi, teknologi, dan talenta.
Lebih lanjut, Habib Aboe menyatakan bahwa diplomasi parlemen saat ini harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah. “Kota Depok perlu didorong menjadi etalase kolaborasi internasional berbasis inovasi, riset, ekonomi kreatif, ekonomi syariah, dan transformasi digital,” ujarnya. Sebagai bentuk dukungan, BKSAP DPR RI siap membuka akses kerja sama internasional bagi Kota Depok, termasuk jejaring riset dengan parlemen negara lain dan kolaborasi universitas dengan pusat riset luar negeri.
Habib Aboe juga melihat peluang besar bagi Depok untuk menjadi pelopor dalam penerapan kecerdasan buatan dalam tata kelola pemerintahan daerah. Ia menyebutkan bahwa BKSAP sedang membahas Panja Artificial Intelligence dan melihat Depok sebagai daerah yang paling siap untuk menjadi proyek percontohan dalam pengembangan AI, terutama dalam pelayanan publik, pengelolaan transportasi, dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa BKSAP akan terus berperan sebagai penghubung antara pemerintah daerah dengan parlemen negara sahabat, organisasi internasional, dan mitra strategis lainnya untuk memperkenalkan potensi Kota Depok di kancah global. “BKSAP siap menjadi jembatan komunikasi dengan parlemen negara sahabat, organisasi internasional, dan berbagai mitra strategis sehingga potensi Kota Depok semakin dikenal dunia,” tutup Habib Aboe.