Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menyelesaikan perdagangan akhir pekan di zona positif pada Jumat sore, 12 Juni 2026. Sepanjang hari, pergerakan indeks menunjukkan tren yang konsisten di area hijau, dimulai dengan pembukaan pada level 5.960,42 dan mencapai titik tertinggi di 6.074,07. Indeks ditutup menguat 121,62 poin atau 2,07 persen, mencapai level 6.007,66 pada pukul 16.03 WIB.
Nilai transaksi pada penutupan sore ini tercatat mencapai Rp20,26 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 34,84 miliar lembar. Aktivitas perdagangan yang tinggi ini mencerminkan pemulihan gairah pasar modal domestik, didorong oleh sejumlah emiten besar yang menjadi penggerak utama penguatan indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin nilai transaksi dengan total mencapai Rp2,50 triliun, diikuti oleh PT Barito Pacific Tbk (TPIA) yang mencatatkan Rp2,45 triliun. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menempati posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp1,29 triliun.
Saham BBCA ditutup naik 1,72 persen ke level Rp5.925 per lembar, sedangkan saham TPIA mengalami kenaikan harga sebesar 3,64 persen menjadi Rp1.850 per lembar. Meskipun BBRI mengalami transaksi tinggi, sahamnya stagnan di level Rp2.850 per lembar akibat tekanan jual yang seimbang dengan daya beli. Di sisi lain, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan lonjakan harga hingga 13,01 persen, dengan nilai transaksi Rp1,09 triliun.
Namun, tidak semua saham mengalami penguatan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengalami koreksi sebesar 1,18 persen, menutup perdagangan di level Rp4.200 per lembar. Saham BMRI tercatat dengan nilai transaksi Rp1,03 triliun. Di sisi lain, saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) menjadi top gainer dengan lonjakan 33,82 persen, sementara PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mengalami penurunan terbesar, anjlok 14,91 persen.
Dengan penutupan yang positif ini, IHSG menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat, dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan selanjutnya di pasar modal.