PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mengumumkan rencana ekspansi yang berpotensi mengubah dinamika bisnisnya melalui akuisisi pabrik gula di Sragen, Jawa Tengah. Meskipun demikian, pasar merespons dengan tekanan jual yang cukup besar, terlihat dari penurunan harga saham GULA pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, yang turun 4,44 persen menjadi 645 setelah sebelumnya dibuka di 675 dan mencapai level tertinggi 710.
Manajemen GULA saat ini sedang menyelesaikan proses due diligence untuk akuisisi pabrik yang memiliki kapasitas penggilingan 1.000 ton tebu per hari, dengan kemampuan produksi sekitar 100 ton gula merah. Langkah ini bukan hanya menambah aset, tetapi juga mengubah GULA dari sekadar distributor menjadi produsen yang memiliki kontrol lebih besar terhadap pasokan. Pemilihan lokasi di Sragen didasarkan pada ketersediaan tebu yang melimpah, sehingga risiko kekurangan bahan baku menjadi lebih rendah. Manajemen menargetkan operasional pabrik dapat dimulai pada Juni 2026, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan pada Semester II 2026.
Fokus produksi akan diarahkan untuk memperkuat pasar business-to-business (B2B), yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama perusahaan. Jika pabrik beroperasi dengan baik, akuisisi ini berpotensi meningkatkan volume penjualan dan memperbaiki margin usaha karena sebagian rantai produksi berada di bawah kendali perusahaan. Pendanaan untuk akuisisi ini berasal dari kas internal, sehingga risiko penambahan utang menjadi relatif kecil.
Namun, meskipun ada sentimen positif dari akuisisi tersebut, pasar menunjukkan ketidakstabilan dengan tekanan jual yang tinggi. Struktur orderbook menunjukkan ketimpangan antara jumlah saham yang ingin dijual dan dibeli, dengan antrean offer mencapai 343.662 lot, jauh lebih besar dibandingkan antrean bid yang hanya 108.866 lot. Aktivitas broker juga menunjukkan bahwa beberapa institusi memilih merealisasikan keuntungan, sementara yang lain melakukan akumulasi saham.
Dalam sembilan hari perdagangan terakhir, investor asing masih mencatatkan dominasi pembelian meskipun ada beberapa hari dengan arus keluar. Secara keseluruhan, pola yang muncul menunjukkan bahwa investor asing belum meninggalkan saham ini. Pasar saat ini tampaknya berada dalam fase menunggu, di mana investor menilai potensi besar dari akuisisi pabrik Sragen untuk meningkatkan kapasitas produksi dan laba perusahaan.
Ketidakpastian terkait hasil penilaian KJPP yang diperkirakan selesai pada Agustus 2026 membuat sebagian investor memilih untuk mengamankan keuntungan. Jika proses akuisisi berjalan sesuai rencana dan pabrik mulai beroperasi, fundamental GULA dapat berubah menjadi lebih positif, menjadikannya pemain yang lebih kuat dalam industri gula.