Ekonomi

Newport Marine (BOAT) Utamakan Modal Kerja 2026, Tidak Bagikan Dividen

Rabu, 17 Juni 2026, 18:51 WIB 3 views 3 menit baca
Keputusan ini diambil manajemen untuk mengalihkan seluruh laba bersih perusahaan guna memperkuat modal kerja. (Foto: Dok. Newport Marine Services)
Keputusan ini diambil manajemen untuk mengalihkan seluruh laba bersih perusahaan guna memperkuat modal kerja. (Foto: Dok. Newport Marine Services)
Bagikan:

PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) telah resmi mengumumkan keputusan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham atas kinerja tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Langkah ini diambil untuk mengalihkan seluruh laba bersih perusahaan guna memperkuat modal kerja operasional dan mendukung rencana ekspansi bisnis di masa depan.

Manajemen Newport Marine Services mengungkapkan bahwa penggunaan laba bersih untuk modal kerja dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026, manajemen menyatakan, "Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 dipergunakan untuk modal kerja perusahaan dan tidak terdapat pembagian dividen terhadap Pemegang Saham." Keputusan ini juga didukung oleh risalah RUPST yang menunjukkan bahwa mayoritas pemegang saham yang hadir menyetujui kebijakan tersebut, dengan total 2,82 miliar suara mendukung.

Kehadiran pemegang saham dalam rapat mencapai 80,79% dari total saham yang memiliki hak suara. Selain fokus pada modal kerja, manajemen juga berupaya meningkatkan kapasitas operasional melalui optimalisasi aset kapal yang dimiliki, yang menjadi penting di tengah persaingan ketat dalam industri jasa kelautan. Direksi menegaskan bahwa keputusan untuk tidak membagikan dividen merupakan langkah kehati-hatian dalam menghadapi dinamika pasar global yang dapat memengaruhi kinerja di tahun 2026.

Pada hari yang sama, perseroan juga mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas rencana penjaminan aset sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan pendanaan perbankan. Direksi menyatakan, "Menyetujui rencana Perseroan untuk menjaminkan aset berupa 6 unit kapal milik Perseroan dengan nilai pengikatan sebesar Rp148,5 miliar untuk memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk." Penjaminan aset ini mencakup enam kapal motor, dan nilai pengikatan tersebut setara dengan sekitar 38,4 persen dari total ekuitas perseroan.

Direksi menjelaskan bahwa penjaminan ini tidak termasuk dalam kategori transaksi material yang melampaui batas 50 persen sesuai regulasi OJK. Diharapkan, langkah ini dapat memberikan fleksibilitas keuangan bagi perusahaan untuk memenangkan kontrak kerja baru di masa mendatang. Dengan posisi kas yang terjaga melalui laba ditahan dan dukungan fasilitas kredit bank, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan performa operasional dan daya saing di sektor jasa kelautan domestik.

Pemegang saham saat ini menantikan realisasi dari rencana penggunaan modal kerja yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap nilai perusahaan di masa depan. Seluruh keputusan rapat telah disahkan dalam akta notaris yang dibuat oleh Dr. Sugih Haryati, SH, M.Kn, sehingga memiliki kekuatan hukum mengikat bagi seluruh pemangku kepentingan. Manajemen PT Newport Marine Services Tbk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan rapat telah memenuhi standar tata kelola perusahaan yang baik dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri sepanjang tahun 2026.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait