Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, termasuk nikel, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, batu bara, dan kelapa sawit. Menurutnya, Indonesia telah menjadi salah satu produsen sumber daya alam terbesar di dunia dan telah mencapai swasembada pangan di saat banyak negara lain masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi. Namun, dia juga menilai bahwa manfaat dari kekayaan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat. Sebagian besar nilai dari pengelolaan komoditas sumber daya alam justru lebih banyak mengalir ke luar negeri.
Prabowo mengatakan bahwa rakyat Indonesia telah lama menjadi penonton atas kekayaan bangsa sendiri. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong transformasi ekonomi nasional untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri melalui ekonomi Pancasila.
Prabowo menegaskan bahwa tugasnya adalah melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional. Dia berkomitmen untuk mendorong transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila.