Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan dengan April 2026 yang hanya sebesar 0,13 persen. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan tiket pesawat menjadi faktor utama yang mendorong inflasi.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa sektor transportasi menjadi motor utama pendorong inflasi pada periode ini. Kelompok transportasi dilaporkan mengalami inflasi sebesar 0,61 persen dengan sumbangan andil inflasi terhadap IHK sebesar 0,07 persen.
Pudji memaparkan bahwa komponen utama pembentuk inflasi di sektor ini bersumber dari pos energi kendaraan dan akomodasi udara, seperti kenaikan harga bensin, solar, pelumas atau oli mesin, hingga tarif tiket maskapai penerbangan. "Ini terjadi seiring meningkatnya harga beberapa jenis BBM nonsubsidi dan juga harga avtur," ungkap Pudji dalam konferensi pers.
Tekanan inflasi yang terekam dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 terpantau bergerak lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pada April 2026. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama dalam perekonomian.