Menurut Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, ada empat jalur di SPMB 2026, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Daya tampung setiap jalur juga masih sama seperti pelaksanaan SPMB 2025 lalu.
Untuk jalur domisili, daya tampung minimal 70 persen untuk SD, minimal 40 persen untuk SMP, dan minimal 30 persen untuk SMA. Sementara itu, jalur afirmasi memiliki daya tampung minimal 15 persen untuk SD, minimal 20 persen untuk SMP, dan minimal 30 persen untuk SMA.
Bagi siswa yang ingin mengikuti jalur prestasi, daya tampung minimal 25 persen untuk SMP dan minimal 30 persen untuk SMA. Sementara itu, jalur mutasi berlaku untuk SD-SMP-SMA dengan daya tampung maksimal 5 persen.
Gogot juga menambahkan bahwa pihaknya mencatat sebanyak 9,4 juta siswa akan mengikuti SPMB mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA atau SMK. Jadwal pelaksanaan SPMB akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah, namun Gogot menyarankan pengumuman pendaftaran SPMB minimal minggu pertama bulan Mei.
Rangkaian pendaftaran, seleksi, pengumuman penetapan murid baru, dan daftar ulang akan dilaksanakan hingga bulan Juni dan Juli, dengan memperhatikan kalender pendidikan tahun ajaran baru 2026/2027. Dengan demikian, diharapkan semua anak yang ingin melanjutkan pendidikan dapat memiliki tempat di sekolah.