Pendidikan

Insiden Lagu Pelecehan Perempuan: HMT-ITB Minta Maaf

Rabu, 15 April 2026, 16:16 WIB 8 views 2 menit baca
Insiden Lagu Pelecehan Perempuan: HMT-ITB Minta Maaf
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Baru-baru ini, sebuah insiden yang menimbulkan kontroversi terjadi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebuah video yang beredar luas di media sosial menunjukkan sekelompok mahasiswa ITB menyanyikan lagu dengan lirik yang bernuansa pelecehan perempuan. Insiden ini langsung menuai protes dan kecaman dari berbagai pihak, terutama dari aktivis perempuan dan komunitas yang peduli dengan isu kesetaraan gender.

Himpunan Mahasiswa Teknik (HMT) ITB, sebagai organisasi yang terkait dengan insiden tersebut, langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk meminta maaf atas kejadian yang tidak terkendali. Dalam pernyataannya, HMT ITB menyatakan bahwa mereka tidak mendukung dan tidak bermaksud untuk melecehkan atau merendahkan perempuan. Mereka juga berjanji untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu kesetaraan gender di kalangan mahasiswa.

Menurut sumber yang dekat dengan kejadian tersebut, lagu yang dinyanyikan oleh mahasiswa ITB merupakan salah satu tradisi yang sudah lama ada di kalangan mahasiswa. Namun, tidak ada yang memperhitungkan bahwa lirik lagu tersebut dapat dianggap sebagai pelecehan terhadap perempuan. "Kami tidak bermaksud untuk melecehkan perempuan, kami hanya ingin menjalankan tradisi yang sudah ada," kata salah satu mahasiswa yang terlibat dalam insiden tersebut.

Namun, bagi banyak orang, alasan tersebut tidak dapat diterima. "Pelecehan perempuan bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh atau dijustifikasi dengan alasan tradisi," kata seorang aktivis perempuan yang mengkritik insiden tersebut. "Kita harus meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu kesetaraan gender, terutama di kalangan mahasiswa yang akan menjadi pemimpin di masa depan."

Insiden ini juga menuai perhatian dari pihak ITB sendiri. Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi, langsung mengeluarkan pernyataan bahwa pihak kampus tidak akan mentolerir tindakan pelecehan perempuan. "Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengambil tindakan yang tegas terhadap mahasiswa yang terlibat dalam insiden tersebut," kata Prof. Kadarsah.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa isu kesetaraan gender masih menjadi masalah yang serius di Indonesia. Dibutuhkan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menghormati dan melindungi hak-hak perempuan. Dengan demikian, kita dapat mencegah insiden serupa terjadi di masa depan dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.

Tags: Belum ada tag pada artikel ini
D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait