Sosial & Budaya

Kebaya: Simbol Status Sosial di Masa Lalu

Rabu, 29 Juli 2026, 19:02 WIB 41 views 2 menit baca
Kebaya: Simbol Status Sosial di Masa Lalu
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com
Bagikan:

Kebaya tak sekadar busana tradisional yang dikenakan dalam berbagai acara resmi maupun perayaan budaya. Pada masa lampau, kebaya tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga sebagai penanda status sosial seseorang. Cara mengenakannya, jenis kain yang dipilih, hingga detail pelengkapnya juga menjadi penanda status sosial seseorang.

Menurut fashion stylist sekaligus creative director, Rumi Siddharta, busana pada masa lalu memiliki makna yang jauh lebih kompleks dibanding saat ini. Melalui pakaian, masyarakat dapat mengenali latar belakang sosial, kedudukan, hingga identitas budaya seseorang. "Kalau kita melihat foto-foto lama atau arsip sejarah, kita sebenarnya bisa membaca siapa orang itu, berasal dari kelompok sosial mana, bahkan bagaimana posisi mereka di masyarakat hanya dari cara berpakaiannya," ujar Rumi.

Busana menjadi penanda kedudukan sosial, dan kebaya tidak pernah hadir sebagai satu kesatuan tanpa pelengkap. Busana tersebut selalu dipadukan dengan kain, selendang, perhiasan, hingga aksesori yang turut memperlihatkan identitas pemakainya. Perbedaan tersebut tampak dari pilihan bahan, detail sulaman, renda, hingga cara memadukan kebaya dengan kain yang dikenakan.

Menurut Rumi, mempelajari kebaya bukan hanya memahami bentuk busananya, melainkan juga membaca perjalanan masyarakat yang mengenakannya. Melalui kebaya dan kain, seseorang dapat menelusuri perubahan struktur sosial, perkembangan perdagangan, hubungan antarbangsa, hingga perubahan gaya hidup masyarakat Nusantara dari masa ke masa. "Kebaya adalah living tradition. Ia terus berkembang mengikuti zamannya, tetapi tetap membawa cerita tentang masyarakat yang melahirkannya," tutur Rumi.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait