Baru-baru ini, warga Indonesia dikagetkan dengan adanya kasus bocah tewas di Jasinga, Bogor, Jawa Barat diduga karena diserang anjing pemburu. Dua ekor anjing pemburu milik tersangka Y menjadi penyebab kematian bocah laki-laki berinisial MAS (9). Kedua anjing pemburu yang diberi nama oleh tersangka Patrick dan Ozil itu menyerang hingga korban mengalami luka parah di bagian kepala.
Menanggapi kejadian tersebut, Dr. drh. Agus Wijaya, dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, menilai bahwa aspek kesehatan hewan, khususnya vaksinasi rabies, perlu menjadi perhatian utama dalam pengelolaan anjing pemburu di masyarakat. Menurutnya, salah satu persoalan yang masih kerap ditemui adalah belum optimalnya pelaksanaan vaksinasi rabies pada anjing pemburu.
Dr. Agus menjelaskan, terdapat berbagai faktor yang dapat memicu anjing menyerang manusia. Selain kondisi kesehatan hewan yang tidak terpantau dengan baik, interaksi yang kurang tepat antara manusia dan anjing juga dapat menjadi pemicu. Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang memiliki anjing untuk berburu tetapi enggan melakukan vaksinasi karena khawatir anjing menjadi lemas saat digunakan berburu.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Dr. Agus menekankan pentingnya tanggung jawab pemilik hewan dalam memastikan anjing peliharaan tetap terkendali dan mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai. Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, komunitas pemburu, dan masyarakat dalam memperkuat program pencegahan rabies.