Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) telah menjalin kerja sama dengan Harvard Medical School untuk memperkuat pendidikan kedokteran, riset kesehatan, dan pengembangan layanan kesehatan primer berbasis komunitas di Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyambut baik komitmen Harvard Medical School dalam membina kemitraan dengan institusi di Indonesia. "Kami sangat senang menerima delegasi Harvard Medical School hari ini dan berharap kolaborasi ini dapat berkembang melalui berbagai program bersama, mulai dari pertukaran akademik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga riset bersama yang berdampak bagi masyarakat," ujar Brian.
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan riset kesehatan, khususnya terkait penyakit tropis dan penguatan layanan kesehatan primer. Kerja sama antara perguruan tinggi lokal dan institusi global seperti Harvard Medical School diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi serta penguatan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia.
Dean for Research Initiatives and Global Programs Harvard Medical School, David Golan, menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang tersebut berbasis komunitas. Model kolaborasi ini ditujukan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat agar tidak hanya terpusat di kota besar atau rumah sakit besar.
Kedua pihak juga membahas penguatan kapasitas peneliti, pengembangan publikasi ilmiah bersama, workshop akademik, dan pengembangan model layanan kesehatan primer berbasis komunitas yang lebih dekat kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak dan meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia.