Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Dikasteri Dialog Antaragama Takhta Suci Vatikan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam bidang pendidikan. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kesetaraan pendidikan dan mencegah ekstremisme. Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Kerja sama ini juga didukung oleh Kardinal George Jacob Koovakad, Prefek Dikasteri Dialog Antaragama Takhta Suci. Ia menyatakan bahwa pendidikan merupakan alat utama untuk mencerahkan kaum muda, mempromosikan martabat manusia, dan mencegah ekstremisme. Kardinal Koovakad juga menekankan pentingnya akses pendidikan yang setara bagi perempuan serta kelompok miskin dan terpinggirkan.
Kerja sama ini merupakan bentuk nyata dari Deklarasi Istiqlal yang ditandatangani oleh mendiang Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar pada kunjungan Apostolik tahun 2024 silam. Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyatakan bahwa momentum ini adalah saat yang tepat untuk menghidupkan kembali poin-poin deklarasi tersebut melalui aksi konkret.
UMY dan Vatikan juga berencana untuk mengatur mekanisme pertemuan reguler untuk membahas tema-tema pembahasan tertentu sesuai keahlian mahasiswa maupun akademisi. Kerja sama ini tidak hanya menyasar studi agama, tetapi juga isu-isu global yang membutuhkan keahlian akademisi dari kedua belah pihak.