Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menggarisbawahi bahwa peningkatan keterampilan pendamping anak, seperti guru, orang tua, dan masyarakat, merupakan langkah yang sangat penting. Hal ini disampaikan dalam konteks upaya menciptakan generasi yang lebih unggul melalui pendidikan yang berkualitas dan pendampingan yang tepat.
Menurut Lestari, pendampingan yang efektif tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga pada keterampilan dan kompetensi pendamping yang terlibat. "Keterampilan pendamping anak ini harus terus ditingkatkan agar dapat membimbing dan mendukung anak-anak kita dengan baik," ujarnya. Ia menekankan bahwa peran pendamping, terutama dalam memahami perkembangan anak, adalah kunci untuk mengarahkan mereka menuju masa depan yang lebih baik.
Lebih lanjut, Lestari Moerdijat menjelaskan bahwa peningkatan keterampilan ini juga mencakup pelatihan bagi para guru dan orang tua untuk lebih memahami aspek-aspek psikologis dan edukatif dalam pengasuhan dan pengajaran anak. "Kita perlu memberikan pelatihan yang sesuai agar pendamping bisa menghadapi tantangan dalam mendidik anak, terutama di era digital saat ini," tambahnya.
Dalam konteks ini, Lestari juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan masyarakat. Dengan membentuk jaringan pendukung yang kuat, diharapkan akan tercipta sinergi yang positif bagi perkembangan anak. "Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga tanggung jawab bersama yang melibatkan semua pihak," ungkapnya.
Di samping itu, Lestari menekankan perlunya pengawasan dan evaluasi yang berkala terhadap program pendampingan anak. Dengan adanya feedback dari berbagai pihak, diharapkan dapat teridentifikasi apa saja yang perlu ditingkatkan dalam proses pendidikan dan pendampingan. "Kita semua harus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak," jelasnya.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat dan tujuan peningkatan keterampilan pendamping anak, diharapkan akan ada langkah konkret dari pemerintah dan lembaga terkait. Lestari Moerdijat berharap agar upaya ini mendapatkan dukungan yang luas dari seluruh elemen masyarakat demi menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Ke depan, diharapkan inisiatif ini dapat terus dikembangkan melalui program-program yang lebih inklusif, melibatkan semua pihak untuk bersama-sama menciptakan budaya pendidikan yang lebih baik dan efektif. "Kita perlu memastikan bahwa setiap anak memiliki akses terhadap pendampingan berkualitas, agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berdaya saing," tutupnya.