Nasional

Komisi HAM: Polisi Mengakui Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Mirip dengan Versi TNI

Senin, 30 Maret 2026, 09:13 WIB 9 views 2 menit baca
Komisi HAM: Polisi Mengakui Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Mirip dengan Versi TNI
Sumber gambar: inews.id
Bagikan:

Pada hari ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan bahwa Polda Metro telah mengakui bahwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS sama dengan versi yang diberikan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kejadian tersebut dapat terjadi dan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.

Menurut informasi yang diberikan oleh Komnas HAM, Polda Metro telah melakukan penyelidikan terhadap kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS dan telah menemukan bahwa metode yang digunakan sama dengan yang digunakan oleh TNI. "Kami telah melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa metode penyiraman air keras yang digunakan oleh Polda Metro sama dengan yang digunakan oleh TNI," kata seorang pejabat Komnas HAM.

Kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS telah menimbulkan kontroversi dan keberatan dari berbagai pihak. Banyak yang mempertanyakan bagaimana kejadian tersebut dapat terjadi dan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu. "Kami tidak dapat memahami mengapa penyiraman air keras harus digunakan terhadap aktivis yang sedang melakukan aksi damai," kata seorang aktivis KontraS.

Menurut seorang saksi, kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS terjadi pada saat mereka sedang melakukan aksi damai di depan kantor Polda Metro. "Saya melihat aktivis KontraS sedang melakukan aksi damai, tapi tiba-tiba polisi datang dan menyiramkan air keras terhadap mereka," kata seorang saksi.

Komnas HAM telah menyerukan agar Polda Metro dan TNI untuk melakukan penyelidikan yang lebih lanjut terhadap kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. "Kami menyerukan agar Polda Metro dan TNI untuk melakukan penyelidikan yang lebih lanjut dan memberikan penjelasan yang jelas tentang kejadian tersebut," kata seorang pejabat Komnas HAM.

Kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS telah menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana hak asasi manusia dapat dilindungi di Indonesia. Banyak yang mempertanyakan apakah pemerintah dan lembaga penegak hukum dapat melindungi hak asasi manusia dengan baik. "Kami khawatir bahwa kejadian seperti ini dapat terjadi lagi jika tidak ada tindakan yang serius untuk melindungi hak asasi manusia," kata seorang aktivis hak asasi manusia.

Tags: Belum ada tag pada artikel ini
E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: inews.id inews.id

Berita Terkait