Ekonomi

Laba PT Bangun Kosambi Sukses Tbk Naik 317 Persen, Namun Saham Mengalami Penurunan

Kamis, 11 Juni 2026, 16:17 WIB 9 views 2 menit baca
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan lonjakan laba bersih secara impresif hingga 317 persen menjadi Rp542 miliar pada kuartal pertama tahun ini. (Foto: Dok. CBDK)
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan lonjakan laba bersih secara impresif hingga 317 persen menjadi Rp542 miliar pada kuartal pertama tahun ini. (Foto: Dok. CBDK)
Bagikan:

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melaporkan kenaikan laba bersih yang mencolok hingga 317 persen, mencapai Rp542 miliar pada kuartal pertama tahun ini, meskipun saham perusahaan mengalami penurunan di pasar modal nasional. Dalam forum ekspos publik tahunan yang diadakan secara daring, Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperluas sumber pertumbuhan usaha, khususnya di kawasan terpadu Pantai Indah Kapuk Dua.

Steven menjelaskan bahwa strategi perusahaan tidak hanya terfokus pada monetisasi lahan komersial, tetapi juga pada penguatan pendapatan berulang melalui aset strategis seperti NICE dan Hotel Hilton Jakarta PIK2. Kinerja positif emiten ini didorong oleh pendapatan usaha yang mencapai Rp743 miliar, mencerminkan pertumbuhan sebesar 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan kaveling tanah komersial menjadi kontributor utama bagi arus kas perusahaan.

Namun, pencapaian yang solid ini tidak serta merta mengangkat harga saham perusahaan di bursa. Saham CBDK ditutup turun 0,90 persen menjadi Rp3.310 per lembar. Selama sesi perdagangan, harga saham menunjukkan fluktuasi, sempat mencapai titik tertinggi Rp3.390 sebelum turun ke level terendah Rp3.200. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,1 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 1,84 juta lembar saham.

Dominasi kepemilikan saham oleh entitas induk, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), yang menguasai 87,27 persen saham, berkontribusi pada terbatasnya peredaran saham di pasar. Porsi kepemilikan publik hanya sebesar 12,49 persen, yang dianggap terlalu kecil untuk mendukung likuiditas transaksi saham. Analis pasar menilai struktur kepemilikan ini membuat pergerakan harga saham menjadi rentan terhadap aksi jual atau beli dalam jumlah kecil.

Sisa kepemilikan minoritas sebesar 0,24 persen dialokasikan untuk saham tresuri, hasil dari program pembelian kembali saham oleh manajemen. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di tengah dinamika pasar yang tinggi. Steven Kusumo menekankan prospek positif dari kawasan bisnis terpadu tersebut, dengan rencana pembangunan fasilitas konvensi besar yang ditargetkan beroperasi pada bulan Agustus mendatang.

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan, perusahaan juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per lembar saham, dengan total estimasi mencapai Rp28,3 miliar. Ini menunjukkan kesehatan likuiditas perusahaan yang baik. Posisi neraca keuangan CBDK menunjukkan ketahanan yang kuat, dengan total aset mencapai Rp22,4 triliun dan kas tunai sebesar Rp2,7 triliun untuk mendukung rencana ekspansi yang berkelanjutan.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait