Polemik lagu yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang lebih dikenal sebagai Om Zein, kembali memanas. Kali ini, kritik keras datang dari Anggota Komisi VIII DPR, Atalia Praratya, yang menilai lirik lagu tersebut mengandung unsur penghinaan terhadap perempuan.
Atalia Praratya mengaku merasa geram setelah mendengar isi lagu yang belakangan menjadi sorotan publik. Menurutnya, kebebasan berkarya harus dibarengi dengan tanggung jawab moral, terlebih ketika karya tersebut lahir dari seorang kepala daerah. "Saya menghormati kebebasan berkarya, namun budaya Sunda dibangun dengan nilai silih asih, silih asah, silih asuh, yang mengajarkan penghormatan kepada sesama manusia," ujarnya.
Sebagai seorang perempuan, Atalia Praratya merasa bahwa lirik lagu tersebut telah melecehkan dan merendahkan kaum wanita. "Karena itu, saya sangat marah dan kecewa ketika mendengar lirik lagu ini. Sebagai seorang perempuan, lagu ini mengandung unsur penghinaan dan dengan nyata merendahkan kaum perempuan," katanya.
Kritik Atalia Praratya ini menambah daftar panjang polemik yang melibatkan lagu ciptaan Bupati Purwakarta. Lagu tersebut telah menjadi sorotan publik dan memicu debat tentang batasan kebebasan berkarya dan tanggung jawab moral. Perkembangan selanjutnya dari polemik ini masih belum jelas, namun satu hal yang pasti, lagu tersebut telah memicu reaksi kuat dari masyarakat.