Haifa, seorang murid berprestasi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta, baru-baru ini berhasil lolos Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPAN) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi Haifa dalam mengejar impian pendidikannya.
Menurut Haifa, keputusannya untuk melepas peluang daftar Seleksi Nasional Berbasis Publik (SNBP) dan memilih SPAN PTKIN 2026 merupakan keputusan yang tepat. "Saya memutuskan untuk fokus pada SPAN PTKIN karena saya ingin mendalami ilmu keagamaan dan memperdalam pengetahuan tentang Islam," kata Haifa. "Saya juga ingin menjadi bagian dari komunitas akademik yang memiliki visi dan misi yang sama dengan saya."
Haifa mengakui bahwa proses seleksi SPAN PTKIN 2026 tidaklah mudah. Ia harus bersaing dengan ribuan calon mahasiswa lainnya yang juga memiliki impian untuk kuliah di PTKIN. Namun, dengan dukungan dari keluarga dan guru-gurunya, Haifa berhasil mengatasi tantangan tersebut. "Saya sangat bersyukur atas dukungan dari keluarga dan guru-guru saya. Mereka telah membantu saya dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi seleksi SPAN PTKIN 2026," ungkap Haifa.
Keberhasilan Haifa lolos SPAN PTKIN 2026 merupakan inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi para siswa yang juga memiliki impian untuk kuliah di PTKIN. "Saya berharap keberhasilan saya dapat menjadi motivasi bagi para siswa lainnya untuk terus berjuang dan tidak menyerah dalam mengejar impian mereka," kata Haifa. "Saya juga berharap dapat menjadi contoh bagi para siswa lainnya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kita dapat mencapai apa yang kita inginkan."
Ke depan, Haifa berencana untuk terus memperdalam pengetahuannya tentang ilmu keagamaan dan memperluas pengetahuannya tentang Islam. Ia juga berharap dapat menjadi bagian dari komunitas akademik yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. "Saya berharap dapat menjadi bagian dari komunitas akademik yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang Islam," ungkap Haifa.