Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap dunia kerja, meningkatkan kebutuhan akan kemampuan manusia yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Laporan Future of Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic Forum menyebutkan bahwa keterampilan manusia, seperti analytical thinking, kepemimpinan, kolaborasi, dan creative thinking, akan tetap menjadi kompetensi yang paling dibutuhkan hingga 2030.
Menanggapi fenomena tersebut, Dean of Faculty of Humanities BINUS University Dr Elisa Carolina Marion menegaskan bahwa teknologi tidak akan bisa mengambil alih peran manusia sepenuhnya, terutama dalam aspek emosional dan kognitif yang kompleks. "Kita perlu tahu bagaimana menyusun pertanyaan, memberi konteks, menjelaskan tujuan, dan mengarahkan AI agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan kita. Di sinilah ilmu bahasa dan humaniora menjadi sangat relevan," ujarnya.
Faculty of Humanities BINUS University menghadirkan pendekatan edukasi yang berfokus pada pendidikan, bahasa, budaya, hukum, komunikasi, dan perilaku manusia dengan perspektif global. Kurikulum dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi global, komunikasi lintas budaya, serta kesiapan bersaing di lingkungan internasional.
Upaya BINUS University diperkuat melalui program enrichment yang membuka berbagai peluang pengalaman internasional dan pengembangan karier global bagi mahasiswa. Program tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata sebelum lulus melalui berbagai aktivitas, seperti internship, research, student exchange, entrepreneurship, community development, hingga program lain yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan lingkungan internasional.