Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan bahwa program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) merupakan bagian dari upaya untuk mendukung visi Presiden Prabowo dalam membangun desa dan pemerataan ekonomi. Program ini bertujuan untuk mendorong kepala desa berperan aktif dalam memajukan desanya sekaligus mengatasi masalah urbanisasi yang semakin meningkat.
"56 persen penduduk tinggal di kota, sementara 44 persen masih berada di perdesaan. Kita perlu mendorong pertumbuhan desa-desa agar semakin kuat," ungkap Mendagri Tito saat membuka KDMK Angkatan II di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (14/7). Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menjelaskan tiga langkah penting yang telah diambil pemerintah untuk memperkuat pemerintahan desa, termasuk adanya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pembentukan kementerian khusus yang menangani desa, dan penyediaan dana desa untuk mengurangi ketimpangan antara desa dan kota.
Universitas Indonesia dipilih sebagai mitra KDMK karena reputasinya sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia. Mendagri berharap kerjasama ini dapat meningkatkan kemampuan kepala desa, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi masyarakat desa dan pembangunan nasional.
Program KDMK angkatan kedua ini diikuti oleh 434 kepala desa dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan 32 provinsi di seluruh Indonesia, dan berlangsung selama tiga hari dari 13 hingga 16 Juli 2026.