Di tengah ketidakpastian global, kekhawatiran tentang masa depan makin meningkat, terutama terkait masalah keuangan. Stres finansial menjadi salah satu masalah yang banyak dirasakan oleh masyarakat, apalagi dengan biaya hidup yang terus melambung tinggi.
Stres finansial tidak cuma soal uang, tetapi juga bisa mengganggu konsentrasi sehari-hari hingga kesehatan mental. Menurut Verywell Mind, stres finansial merupakan ketegangan emosional yang khusus berkaitan dengan masalah keuangan. Semua orang bisa mengalami stres ini, tetapi hal ini lebih sering terjadi pada rumah tangga dengan pendapatan rendah.
Stres finansial biasanya muncul karena ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar, seperti membayar sewa rumah, tagihan, dan kebutuhan sehari-hari. Orang dengan pendapatan rendah juga sering mengalami tekanan tambahan dari pekerjaan mereka. Misalnya, kurang mendapat fleksibilitas waktu untuk cuti.
Ketika Anda khawatir tentang uang, otak terus-menerus memutar pikiran negatif seperti, "Bagaimana jika pemilik kontrakan menaikkan harga sewa?", "Apa mungkin saya harus pindah ke rumah orang tua?", atau "makanan apa sebaiknya tidak saya beli minggu ini?" Berbagai pertanyaan di kepala tersebut akan menghabiskan ruang di otak Anda, yang dikenal sebagai kapasitas kognitif.
Menurut sebuah penelitian dari Princeton University, stres finansial ini mengurangi kapasitas kognitif otak hingga setara dengan kehilangan 13 poin IQ. Dampaknya sama seperti kondisi mengemudi dalam pengaruh alkohol atau kurang tidur selama 24 jam. Para peneliti menyebut kondisi ini sebagai "poverty brain".
Orang dalam kondisi tersebut cenderung sulit membuat keputusan yang baik. Tidak cuma keputusan soal keuangan, tetapi juga pekerjaan, hubungan, hingga kesehatan. Namun kabar baiknya, efek "poverty brain" ini bersifat sementara. Ketika stres finansial mereda, kemampuan pengambilan keputusan Anda akan kembali normal.
Ada beberapa cara mengatasi stres finansial. Mulai dari mengatasi persoalan finansial itu sendiri hingga mengatasi kondisi psikologis kita. Beberapa cara yang bisa Anda coba adalah menciptakan sumber penghasilan tambahan, merapikan anggaran keuangan, mencari nasihat keuangan dari yang berpengalaman, meningkatkan rasa percaya diri, dan menyukuri hal-hal baik dalam hidup.