Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap bahwa banyak tenaga honorer di bidang administrasi diduga merupakan titipan tim sukses (timses) atau pejabat daerah. Hal ini menjadi salah satu penyebab menumpuknya jumlah honorer di beberapa daerah.
Tito menyinggung bahwa banyak tenaga honorer di bidang administrasi yang tidak memiliki kompetensi yang memadai. "Kalau untuk yang tenaga administrasi, sering kali tidak kompeten, tidak memiliki kapabilitas," ungkap Tito saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi II DPR RI.
Ia menduga bahwa banyaknya tenaga honorer administrasi yang tak berkompeten berasal dari titipan pejabat lama. Hal ini yang membuat menumpuknya tenaga honorer di suatu daerah. "Ya mungkin bawaan dari pejabat-pejabat sebelumnya, kepala daerah, tim sukses dimasukkan di sana datang jam 8, pulang jam 10. Jadi beban. Dan setelah itu numpuklah honorer ini dari kepala daerah ke kepala daerah," ujarnya.
Para honorer tersebut meminta kepastian untuk diangkat menjadi Aparat Sipil Negara (ASN). "Setelah numpuk mereka minta kepastian. Kepastian untuk diangkat menjadi PPPK atau menjadi PNS, jadi ASN, aparat sipil negara," ungkap Tito.