PDI Perjuangan telah menonaktifkan Veronika Lake, anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, yang diduga terlibat dalam kasus intimidasi terhadap Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Dokter Icha. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, di Jakarta pada Selasa (30/6), dan berlaku selama proses hukum yang sedang berlangsung di kepolisian.
Hugo menjelaskan bahwa DPC PDIP TTU telah memanggil Veronika untuk memberikan klarifikasi mengenai dugaan keterlibatannya. Veronika telah memberikan penjelasan kepada pihak internal partai dan penyidik kepolisian. Menurut Hugo, "Hari ini anggota DPRD dari PDI Perjuangan sudah dipanggil oleh Badan Kehormatan partai di Timor Tengah Utara untuk dimintai penjelasan dan klarifikasi atas dugaan yang berkaitan dengan kasus bunuh dirinya Dokter Icha. Dia sudah memberikan penjelasan."
Kasus ini juga melibatkan dua anggota DPRD Kabupaten TTU lainnya, yang telah dimintai keterangan oleh kepolisian. Insiden ini bermula ketika dua anggota DPRD tersebut mengunjungi Instalasi Gawat Darurat RS Leona untuk menanyakan penanganan seorang pasien anak yang merupakan keponakan salah satu dari mereka. Pasien tersebut merupakan rujukan dari RSUD Kefamenanu.
Saksi-saksi melaporkan bahwa kedua anggota DPRD datang dalam keadaan terpengaruh alkohol dan berbicara dengan nada yang tinggi kepada Dokter Icha, yang sedang bertugas. Kejadian ini diduga menyebabkan tekanan psikologis yang berat bagi Dokter Icha. Dokter muda tersebut kemudian menjalani perawatan medis sebelum ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.00 Wita.
Kepolisian saat ini masih mendalami dugaan intimidasi yang berkaitan dengan kematian Dokter Icha, dan penyelidikan terhadap ketiga anggota DPRD tersebut masih berlangsung.