Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mematangkan langkah strategis untuk meluncurkan program beasiswa khusus warga Jakarta melalui kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Pusat. Saat ini, proses kerja sama tersebut telah memasuki tahap finalisasi untuk memastikan program tersebut dapat segera diakses oleh mahasiswa pada tahun mendatang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa jajarannya saat ini sedang bergerak cepat untuk merampungkan payung hukum dan teknis pelaksanaan bersama pemerintah pusat. "Sedang dalam pematangan persiapan. Bappeda, kemudian Dinas Pendidikan, Asisten dan Sekda sedang memfinalisasi kerja sama dengan LPDP Pusat," kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta akan memegang kendali penuh dalam menentukan arah studi para penerima beasiswa. Hal ini bertujuan agar lulusan beasiswa ini nantinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan SDM di Jakarta. "Tetapi untuk menentukan siswa, universitas, jurusan, dan sebagainya, nanti Pemerintah DKI Jakarta yang akan menentukan," ujar Pramono.
Pada tahap awal, Pemprov DKI berencana mengirimkan sekitar 100 mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Pramono memastikan putra-putri Betawi dan warga Jakarta akan mendapatkan prioritas dalam skema ini. "Pada tahap awal, kami akan mengirim kurang lebih 100 mahasiswa. Dari situ saya akan memberikan kuota untuk anak-anak Betawi dan anak Jakarta.
Program LPDP Jakarta ini nantinya akan menjadi pelengkap bagi bantuan pendidikan yang sudah ada sebelumnya, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Pramono juga membawa kabar baik bagi penerima bantuan pendidikan di tingkat lokal. Jika sebelumnya KJP dan KJMU terbatas pada jenjang sarjana, kini cakupan bantuannya telah diperluas hingga jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).